ZMedia Purwodadi

Firman Tuhan Hari Ini Matius 11 : 28 - Ketika Beban Terasa Berat, Tuhan adalah Sandaranmu

Table of Contents


Seri Firman Tuhan Hari ini #1

Ketika Beban Terasa Berat, Tuhan adalah Sandaranmu

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Matius 11:28)

Pernahkah Anda merasa dunia ini begitu berat untuk ditanggung? Masalah datang bertubi-tubi, dan Anda merasa lelah secara fisik, mental, maupun rohani. Dalam momen-momen seperti ini, sering kali kita merasa sendiri, tidak tahu harus berbuat apa, atau ke mana mencari pertolongan. Tetapi, Firman Tuhan dalam Matius 11:28 menawarkan sebuah undangan yang penuh kasih: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."

1. Tuhan Memahami Kelelahan Anda

Salah satu keindahan dari ayat ini adalah kepastian bahwa Tuhan memahami kelemahan kita. Dia tidak hanya mengenal beban yang kita tanggung, tetapi juga tahu betapa sulitnya berjalan di tengah pergumulan hidup. Ketika Yesus berkata, "Marilah kepada-Ku," Dia sedang mengundang kita untuk datang kepada-Nya dengan segala keletihan kita. Dia tidak meminta kita untuk menyelesaikan masalah sendiri terlebih dahulu, melainkan datang apa adanya, dengan segala luka, rasa takut, dan kegagalan.

Kita sering mencoba memikul beban sendiri, berpikir bahwa itu adalah tanggung jawab kita. Namun, semakin keras kita berusaha, semakin berat beban itu terasa. Tuhan tidak pernah bermaksud agar kita menanggung semuanya sendiri. Dalam kasih-Nya, Dia mengundang kita untuk menyerahkan segala kekhawatiran kepada-Nya.

2. Kelegaan yang Hanya Datang dari Tuhan

Apa yang Yesus katakan di sini bukan sekadar istirahat fisik, tetapi juga kelegaan rohani yang menyentuh jiwa kita. Dunia mungkin menawarkan solusi sementara untuk mengurangi stres, seperti hiburan, liburan, atau aktivitas lainnya. Namun, solusi duniawi ini tidak pernah benar-benar menyembuhkan akar masalah di hati kita.

Yesus, sebagai Tuhan yang penuh kasih, menganugerahkan sesuatu yang jauh lebih dalam. Kelegaan yang diberikan-Nya bukan berarti masalah kita langsung hilang, tetapi hati kita dikuatkan, dan kita memperoleh damai sejahtera yang melampaui segala akal (Filipi 4:7). Kita belajar untuk percaya bahwa segala sesuatu ada dalam kendali-Nya, sehingga kita tidak perlu terus-menerus khawatir.

3. Cara Menyerahkan Beban kepada Tuhan

Mungkin Anda bertanya-tanya, bagaimana caranya menyerahkan beban kepada Tuhan? Berikut beberapa langkah praktis yang dapat Anda lakukan:

  • Datang dalam doa: Luangkan waktu untuk berbicara dengan Tuhan. Ceritakan semua yang Anda rasakan, tanpa menyembunyikan apa pun. Tuhan ingin mendengar keluh kesah Anda.
  • Percaya kepada janji-Nya: Renungkan ayat-ayat yang mengingatkan Anda tentang kasih dan kuasa-Nya. Seperti Mazmur 55:23a, "Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau."
  • Belajar melepaskan kontrol: Terkadang, sulit bagi kita untuk melepaskan sesuatu yang kita anggap penting. Namun, menyerahkan beban kepada Tuhan berarti mempercayakan hasilnya kepada-Nya, meskipun kita tidak tahu bagaimana prosesnya akan berlangsung.
  • Carilah komunitas yang mendukung: Tuhan sering bekerja melalui orang-orang di sekitar kita. Berbagi pergumulan dengan saudara seiman dapat memberikan penghiburan dan dukungan yang Anda butuhkan.

4. Janji Kelegaan yang Tidak Pernah Gagal

Yesus tidak pernah berjanji bahwa hidup ini akan bebas dari masalah, tetapi Dia berjanji bahwa Dia akan selalu menyertai kita (Matius 28:20). Kelegaan yang Dia tawarkan adalah janji yang tidak pernah gagal. Ketika Anda merasa beban hidup terlalu berat, ingatlah bahwa Anda memiliki Tuhan yang siap menolong. Dia adalah Pribadi yang mampu memikul beban kita dan menggantinya dengan damai yang sejati.

Hari ini, jika Anda merasa lelah dan berbeban berat, datanglah kepada Yesus. Dia adalah tempat perlindungan yang sejati, tempat Anda bisa menemukan kelegaan yang tidak dapat diberikan oleh dunia. Percayalah kepada-Nya, serahkan beban Anda, dan biarkan Dia bekerja dalam hidup Anda. Bersama Yesus, Anda tidak perlu memikul beban itu sendirian. Amin.

Posting Komentar