Ketika Tuhan Memulihkan Keadaan Mu - Renungan Harian
Mazmur 126:1
“Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi”
Suatu hari
saya pernah mengkonseling seorang gadis muda. Jika saya
tidak salah ingat, kejadian itu kira-kira sembilan tahun yang lalu. Namun masih
teringat jelas oleh saya kalimat yang sering ia ucapkan selama kami
berbincang-bincang, yaitu ia sering mengatakan “Tidak ada orang yang peduli pada ku, penderitaan ku sangat berat!
Bahkan, ku rasa; tidak ada orang yang mengalami penderitaan seberat yang ku
alami ini!” pungkasnya. Ya, pada saat itu dia merasa bahwa dialah wanita
yang paling malang dari antara semua manusia yang pernah hidup. Tentunya
kalimat tersebut diucapkan lahir dari dorongan perasaan emosional yang
berlebihan. Karena sesungguhnya, setiap kita dipercayakan oleh Tuhan dengan
bermacam-macam kesukarannya.
Ketika kita
merenungkan tema kita kali ini, yakni Allah adalah Pribadi yang sanggup
memulihkan keadaan kita, itu artinya apapun keadaan mu; Dia sanggup
memulihkannya. Tidak ada keadaan yang terlalu sulit untuk Dia pulihkan.
Apalagi, masalah yang menimpa sang gadis muda tadi. Sungguh, semua itu adalah
hal yang sangat kecil bagi Tuhan.
Marilah
kita sejenak melihat kepada apa yang terjadi atas Israel. Sebagai umat Tuhan,
mereka berulangkali mengalami kesukaran demi kesukaran. Tentunya mereka pantas
untuk bertanya; mengapa kesukaran ini terjadi atas kami! Tetapi itupun tidaklah
terlalu berat bagi Allah untuk memulihkan mereka. Itulah mengapa pemazmur
mengatakan “Ketika TUHAN memulihkan
keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi”. Dari
penggalan kalimat mazmur ini kita akan belajar dua hal tentang pemulihan:
Pertama;
pemulihan itu adalah janji Allah atas hidup kita. Perhatikan kata “Ketika TUHAN memulihkan...”, kita akan
fokus pada kata ‘TUHAN’ yang dalam bahasa aslinya (Ibrani) adalah YAHWEH
(YHWH). Sebutan Yahweh bagi orang Israel memiliki arti tersendiri yang cukup
dalam, namun erat hubungannya dengan perjanjian. Arti sederhana dari Yahweh
ialah ‘Allah yang terikat akan janji-Nya’. Dia adalah Allah Israel dan Israel
ialah umat-Nya. Begitupun dengan kita; Dia adalah Allah kita dan kita adalah
umat kepunyaan-Nya. Itu mengapa ketika Dia memulihkan kita; sesungguhnya Dia
menggenapi janji-Nya.
Pemulihan
yang paling terbesar yang Dia kerjakan bagi Anda ialah Kristus telah mati di
kayu salib, untuk menyelamatkan Anda dari kutuk dan hukuman dosa. Kristus
datang memberikan hidup yang kekal bagi kita. Begitupun hari ini, atas semua
persoalan hidup yang Anda alami, Tuhan sanggup memulihkannya. Karena Dia adalah
Allah yang pasti menepati janji-janji-Nya bagi kita umat-Nya.
Kedua;
pemulihan itu merupakan tindakan yang ajaib dari Allah. Mari kita memperhatikan
teksnya sekali lagi “Ketika TUHAN
memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi”.
Orang yang dipulihkan oleh Allah itu adalah bagaikan orang-orang yang bermimpi.
Kenapa seperti orang yang bermimpi? Karena ketika Tuhan memulihkan keadaan
kita; sama sekali tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Terkadang kita sampai
merasa tiada jalan lagi, tapi TUHAN datang menolong Anda. Dalam ayat ke 4
dikatakan “Ya Tuhan, pulihkanlah keadaan
kami, seperti sungai kering berair lagi di musim hujan” (Mazmur 126:4 –
BIMK). Bukankah merupakan hal yang mustahil sungai yang kering dapat berair?
Mungkinkah? Mungkin, jika Allah mau dan berkehendak!
Perhatikanlah
beberapa hal ini. Bahwa Allah tidak akan menghilangkan duka dan perihnya hidup
Anda, melainkan Dia akan merajut semuanya itu menjadi indah seusai
kehendak-Nya. Dengan kuasa-Nya Ia mengubahkan hal-hal buruk menjadi indah dan
segala sesuatu yang telah mati menjadi bernafas kembali. Ketika kita memandang
hidup kita yang telah hancur, kita tidak perlu putus asa. Allah sedah mengerjakan
pemulihan-Nya yang indah atas hidup mu. Sekarang renungkanlah; bagian apa dalam
hidup Anda yang membutuhkan pemulihan yang indah? Berserahlah pada-Nya dan
berharaplah. Amin. TMP

Posting Komentar