Renungan Tentang Segala Sesuatu ada Masanya
“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya”
Pengkotbah 3:1
Pada momen awal tahun 2025 ini,
saya ingin mengajak anda untuk merenungkan satu tema yang cukup penting
sekaligus populer, yakni tentang waktu Tuhan. Sesuai dengan apa yang tertulis
di atas, bahwa “Untuk segala sesuatu ada
masanya”, inilah yang dimaksud dengan waktu Tuhan. Waktu Tuhan adalah suatu
masa atau momen di mana Tuhan menyatakan kehendak-Nya dalam kehidupan kita
sebagai umat-Nya. Allah melakukan apa yang Ia rancang dalam hidup kita, secara
pribadi. Kehendak-Nya ini tentu pasti akan terjadi, dan apa yang telah Ia
lakukan tersebut tidak dapat digagalkan oleh siapapun. Inilah juga yang
dituturkan oleh Pengkotbah 3:14,
“Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia”.
Ketika kita berbicara tentang waktu
Tuhan, maka sesungguhnya dalam kehidupan kita; semua yang terjadi tidak ada
satu hal pun yang luput dari rencana-Nya. Tidak ada satu perkarapun yang
kemungkinan dapat terjadi, di luar waktu Tuhan tersebut. Itulah sebabnya,
Pengkotbah di sini menggunakan kata “Untuk
segala sesuatu”, itu artinya; seluruhnya. Hal ini benar adanya, tetapi
sangat sulit untuk dipercayai bukan! Kenapa? Karena manusia pada umumnya,
cenderung berpikir bahwa segala yang terjadi adalah atas kehendaknya semata. Ia
berpikir jika ia tidak berusaha maka semua akan sia-sia saja. Bahkan ia mengira
bahwa ia dapat hidup oleh karena kekuatannya.
Anggapan-anggapan di atas tentunya
tidak sesuai dengan firman Tuhan. Sebab Tuhan berkata bahwa segala sesuatu
terjadi sesuai dengan waktu-Nya sendiri. Sekarang, sebagai orang percaya kita
harus menyadari dengan sungguh-sungguh; bahwa kita dapat melangkah sampai hari
ini adalah karena waktu Tuhan. Itu artinya, Tuhan masih memberikan kita
kesempatan untuk menyaksikan semua perbuatan Tuhan yang ajaib. Mulai dari bulan
Januari 2025 hingga bulan Desember 2025, tanpa anda sadari 12 bulan telah anda
lalui bersama dengan Allah.
Kesadaran ini harusnya membuat kita
menjadi orang yang hidup dalam pengharapan. Meskipun ada begitu banyak
kekuatiran yang timbul akhir-akhir ini, yang disebabkan oleh isu resesi global
dan tantangan kemajuan teknologi yang semakin menggila, orang Kristen harus
tetap kuat dan berpengharapan. Sebab masih ada banyak perkara yang Allah hendak
singkapkan, sesuai dengan waktu-Nya.
Untuk menambah keyakinan kita ini,
marilah kita mengingat apa yang diucapkan Pengkotbah dalam ayat ke 11 di pasal
yang sama; “Ia membuat segala sesuatu
indah pada waktunya...”. Setelah dengan yakin kita berkata bahwa ada banyak
perkara yang akan ku saksikan di tahun 2025 nanti, ternyata segala perkara
tersebut akan menjadi indah pada waktunya. Ya, ini ialah dimensi yang lain dari
waktu Tuhan. Kerap kali orang menghubungkan kata waktu Tuhan dengan hal-hal
yang menurutnya enak dan nikmat-nikmat saja, sementara sesungguhnya waktu Tuhan
itu juga meliputi kenyataan yang buruk dan mengecewakan! Tetapi, Allah
membuatnya menjadi indah. Apa yang kita pikir buruk dan menakutkan, Allah buat
menjadi indah. Apa yang berat bagi kita, Allah buat menjadi indah. Terakhir,
apa yang paling membuat anda menderita, Allah membuatnya menjadi indah! Namun,
pada waktu-Nya!
Sampai di sini saya hendak mengajak anda pembaca budiman, agar dengan keyakinan yang teguh siap untuk menyongsong tahun baru 2025 bersama dengan Tuhan kita. Ingatlah akan waktu Tuhan tersebut, yang menjadi pegangan anda untuk melangkah kedepan. Sekali lagi saya ingin katakan; bahwa masih banyak perkara besar yang Allah ingin singkapkan dalam hidup mu. Meskipun saat ini tampak gelap, percayalah pada waktunya semua akan menjadi indah. Sebab waktu Tuhan adalah kehendak-Nya yang tak dapat anda dan orang lain batalkan. Amin. TMP

Posting Komentar