ZMedia Purwodadi

Pencipta Yang Tetap Setia

Table of Contents

 

Mazmur 146:6

“Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya”

 

Saya pernah membaca sebuah artikel yang menjelaskan tentang pemahaman kaum Deisme, yang meyakini dan sekaligus mengajarkan bahwa Tuhan adalah Sebab Pertama dari segala sesuatu, Ia adalah Pencipta segalanya; tetapi kemudian Dia tidak ikut campur tangan dengan dunia yang Ia ciptakan itu. Allah bagaikan pembuat arloji (jam tangan) dan membiarkan arloji itu berjalan sendiri dengan kekuatan baterainya sendiri. Allah Pencipta tetapi Dia bukan Allah yang memelihara!

Sejak pertama kali saya membaca artikel tersebut dibangku kuliah pada tahun 2012 yang lalu, pada saat itu juga saya menolak dengan keras pemahaman tersebut. Kenapa? Karena dari keterangan yang saya dapatkan di dalam Alkitab; Allah yang saya kenal ialah Allah sang Pencipta dan Allah sang Pemelihara ciptaan-Nya itu.

Kebenaran inilah yang kita dapatkan pada saat kita membaca dan merenungkan bagian Mazmur ini. Dikatakan bahwa “Dia yang menjadikan langit dan bumi...”, itu artinya Allah kita adalah penyebab tunggal dan absolut dari segala sesuatu yang ada. Lagipula hal ini telah disampaikan mulai dari kitab pertama di dalam Alkitab, yaitu Kejadian 1:1 “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”. Lalu, Pemazmur melanjutkan keterangannya tentang Pencipta itu adalah Pribadi yang setia.

Sebagai orang Kristen kita harus mempercayai sepenuhnya bahwa Allah Pencipta yang kita sembah ialah Allah yang setia. Kesetiaan-Nya tidak sama dengan kesetiaan yang pernah Anda temukan dalam hidup ini! Bahkan Anda tidak dapat mengukur kesetiaan Tuhan dalam hidup Anda, walaupun hanya satu hari saja, satu jam saja, bahkan satu detik saja. Anda bisa bayangkan jika Allah berhenti untuk setia hanya untuk satu detik saja; maka kehancuran akan terjadi di atas segala yang ada ini. Akan terjadi ketidak seimbangan alam semesta, akan terjadi kematian atas segala yang bernyawa dan segalanya, sekali lagi saya katakan; segalanya akan lenyap!

Kesetiaan Tuhan itu kekal. Itulah sebabnya dikatakan “yang tetap setia untuk selama-lamanya”. Kata selama-lamanya itu artinya kekal! Tiada batas dan tidak ada yang dapat membatalkannya. Oleh karena itu; sebagai orang percaya haruslah kita memfokuskan hati dan pikiran kita pada kesetiaan Tuhan. Dalam menjalani kehidupan ini, Anda dan saya tidak mungkin dapat melangkah sendiri. Semua yang sudah kita capai dan dapatkan hari ini; semua adalah bukti kesetiaan Tuhan dalam hidup Anda. Dia adalah Alfa dan Omega. Dialah yang menciptakan segalanya, termasuk kehadiran Anda di dunia ini dan Dia jugalah yang akan mengakhiri semua yang ada ini, untuk kemudian kita dapat masuk dalam hidup yang kekal bersama dengan-Nya dalam kerajaan yang kekal. Amin. (Pdt. Theos M. Purba)

Posting Komentar